head-12

PRODUK & JASA

 

 

TRANSAKSI
KONTAK KAMI
phone 0812 5469 9113
whatsApps 0812 5469 9113
email harysmwt@gmail.com
WAKTU
jadwal-sholat
SINGSINGKAN LENGAN & KENCANGKAN IKAT PINGGANG >>>STOP HUTANG & SISTEM RIBAWI !<<<

Genderang nasionalisasi telah ditabuh bertalu-talu bagaikan bedug mengiringi takbiran di sat lebaran menjelang. Ada blok Mahakam yang bakal kembali ke pangkuan Iu Pertiwi pada 1 Januari 2018. Kemudian akan disusul oleh 8 (delapan) blok migas laonnya seperti attaka, east Kalimantan, south east sumatera, sanga-sanga, tengah dan lain-lain. Spiritnya untuk dimanfaatkan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Indonesia sejalan dengan amanah Prklamasi, tujuan nasional dan Psal 33 UUD 1945.

     Rakyat Bersukaria

Keputusan ini ibarat bingkisan lebaran, THR yang disambut sukaria oleh seluruh rakyat Indonesia. Mereka telah berpuluh-puluh tahun, bahkan setengah abad lebih menantinya.Harapannya ini akan benar-benar terwujud dan tidak ada yang bermain-main untuk menangguk keuntungan pribadi maupun kroni-kroninya. Blok migas misalnya yang masih sebagai pilar utama penerimaan APBN, disamping pajak.

     BUMN Bersiap diri

Alih kelola blok migas menuntut BUMN Migas Indonesia harus bersiap diri untuk mengembang amanah ini agar ketahanan energi nasional dapat dicapai dan berangsung-angsur akan terwujud kemandirian bangsa dan negara di segala aspek kehidupan. Tantangannya memang tidak ringan, mengingat bisnis migas itu sarat dengan modal, hight risk maupun BEP-nya memerlukan waktu  relatif panjang. Namun demikian tidaklah diartikan bahwa BUMN dimaksud tidak siap untuk menjadi operator baru. Terbukti kinerja keuangannya mantap dan mencapai proft signifikan, tidak ada PHK walau harga minyak belum sesuai harapan. Kami yakin pertanda baik ini akan menjadikan penopang utama dalam bisnis berbasis nation mission tidak semata-mata mengejar keuntungan financial semata. Nasionalisasi tidaklah resisten terhadap pihak lain termasuk pihak asing; tetapi mereka harus dibatasi agar kepemilikan sahamnya tidak lebih dari 10% sama seperti PI (Participating Interest) yang dimiliki Pemerintah daerahpenghasil migas.

     BUMN harus merubah paradigma agar dapat memberikan pelayanan yang maksimal untuk semua stake holder, semua pemangku kepentingan.. BUMN harus merubah diri, menerapkan paradigm baru untuk melayani semua stake holder. Tinggalkan budaya birokratif dan dilayani mejadi budaya konglomerasi yang berpihak pada kepentingan public bangsaa Indonesia. BUMN harus dipacu menuju konglomerasi global yang nasionalis.Budaya kerja harus dipacu pada budaya melayani kepada  seluruh stake holder/pemangku kepentingan, beringingan dengan profesionalisme, kredibilitas maupun akuntabilitas. Efektif atau tidaknya perubahan tersebut tergantung pada komitmen kepemimpinan. Pemimpin harus mampu meneladani ajaran Ki Hadjar Dewantara : ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa dan tutwuri handayani dibarengi nilai-nilai iman dan taqwa (imtaq) maupun ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Setiap pekerja dan management harus bekerja sepenuh hati untuk mencapai target-target ang telah disepakati bersama, Harus tulus, jujur dan amanah. Spirit itu semua hharus terpatri di dada stiap pekerja mapun menagemnt sehingga operasional berjalan lancar dan target-target dapatt dicapai secara bersama-sama dengan baik. Maing-masing pihak menunaikan kewajibannya sebelum menuntut haknya. Hubungan industrial dilakukan dengan semangat kesetaraan, dinamis dan progresif. Yang untuk mencapainya perlu prasyarat keterbukaan dan saling percaya.

     Perubahan budaya dari birokratis menjadi melayani memang perlu effort yang sangat luar biasa, diperlukan sistem yang komprehensif dan aplikatif  yang mampu dilakukan oleh setiap unsur dalam organisasi/perusahaan. Serta perlu ada tim pengawasan/supervisi yang efektif di semua lini organisasi. Juga perlu ditunjang ketenangan bekerja sehingga mereka focus untuk mencapai target-target perusahaan, tanpa terpengaruh “kegaduhan” seperti misalnya mudah gonta-ganti  pucuk pimpinan karena kepentingan pemegang saham maupun komisaaris. Mungkin juga ada tendensi politis yang susah dideteksi.

 

 

 

 

 

     Suara Pekerja Migas

     Pada umumnya pekerja migas itu realistis menghadapi persoalan, karena memang mereka sudah tertempa dan teruji profesionalismenya. Mereka rasional, namun juga nasionalis. Jika sewaktu-waktu negera memanggil, pastilah mereka akan menyambutnya dengan gegap gempita. Umumnya di dada mereka terpatri semangat kebangsaan yang tinggi. Kalau ada yang tidak, mereka itu pastilah seseorang atau sekelompok kecil orang yang berada pada comfortable zone. Jadi mereka tidak mau terusik kenyamanannya, sehingga akan berdalih sedemikian rupa agar posisinya aman. Bahkan ada diantara mereka yang lebih senang jika bergabung dengan pihak-pihak lain. Contoh, soal nasi0nalisme, telah ditunjukkan oleh pekerja migas Blok Mahakam pada 13 Juni 2017 lalu. Adalah Budi Satria, SH.-Ketua Umum  SPNTI menerbitkan Maklumat Mahakam 136 (MaMa136) sebagai pertanda bergabungnya mereka dengan BUMN Migas Indonesia, terhitung tanggal 1 januari 2018. MaMa136 memuat komitmen pekerja migas untuk  bergabung dengan next operator. Kita semua perlu memberikan apresiasi sekaligus menghormati atas apa yang telah mereka lakukan demi ketahanan energi nasional Indonesia.

 

     Gross Split dan Human Capital

     Sumbersdaya manusia Indonesia (SDMI) merupakan human capital yang sangat berharga untuk bangsa dan negara. Daya saing mereka relative masih rendah jika dibanding dengan negara-negara lain di dunia. Indek pendidikannya juga belum memadai. Pemerintah wajib hadir uuntuk mencari solusi agar investasi jangka panjang non-material ini dapat ditingkatkan agar memeiliki keunggulan komparatif yang handal. Satu diantaranya adalah semua pembiayaan menyangkut SDMI ditanggung oleh negara (di-cost-recovery-kan), termasuk tenaga kerja migas yang nantinya akan mengalami alih kelola blok migas selanjutnya. Sistem ini bisa disebut Sistem Bagi Hasil Gross Split Plus. Pemerintah harus memiliki komitmen yang kuat dan tidak bisa ditawar-tawar lagi oleh para pihak yang ingin mencari keuntungan dengan segala macam cara. Jumlah  bagi hasil yang akan dterima pemerintah nantinya dikurangi dengan Biaya SDMI di wilyaha kerja migas yang bersangkutan. Langkah ini dinilai sangat pas, mengiingat peraturan tentang Bagi hasil Gross Split baru saja diterbitkan oleh kemen ESDM.

     Sementara itu, terkait penggunaan tenaga kerja asing (TKA) harus benar-benar selektif dan sesuai kebutuhan riil di lapangan. Proses rekruitmen harus clear agar hasilnya benar-benar dapat memberikan alih pengetahuan dan teknologi kepada tenaga kerja Indonesia. Jangan sampai terjadi, TKA direkrut hanya sekedar memenuhi kemauannya pemegang saham padahal mereka tdak professional di bidangnya. Miisal di sjuatu tempat ada TKA yang direkrut tidak sesuai bidang penugasannya, misalnya ahli di bidang marketing untuk menduduki posisi Lifting Specialist. Ada istri TKA yang berlati berkuda harus dibiayai oleh perusahaan yang nantinya di-cost-recovery-kan. Ini perlu pengawasan yang ketat dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Serikat Pekerja.  Kemudian, terkait RUU Migas, pekerja migas yang berhimpun Dallam Konfederasi Serikat Perka Migas Indonesia (KSPMI) jjuga telah memeberikan masukan-masukan kepada DPR RI agar hasilnya signifikan dan berhasil guna untuk semua rakyat, bangsa dan negara Indonesia.

PRODUK & JASA

 

 

TRANSAKSI
KONTAK KAMI
phone 0812 5469 9113
whatsApps 0812 5469 9113
email harysmwt@gmail.com
WAKTU
jadwal-sholat
BERITA UTAMA
Menimbang Suara Pekerja Migas
December 22, 2017
Genderang nasionalisasi telah ditabuh bertalu-talu bagaikan bedug mengiringi takbiran di sat lebaran menjelang. Ada blok Mahakam yang bakal kembali ke pangkuan Iu Pertiwi pada 1
Detak Detik Nasionalisasi
December 22, 2017
Kaltimpost 19 Juni 2017 oleh Suharyono Soemarwoto (Pemerhati Ketenagakerjaan & Ekonomi Kerakyatan)     BERBICARA Detak berkaitan rhytm, langkah ataupun tahapan; detik berkaitan dengan waktu,
Penandatangan KKS PHM (Pertamina Hulu Mahakam)
January 17, 2016
Penandatangan KKS PHM telah dilakukan oleh Kepala SKKMigas – Amien Sunaryadi dan Direktur Pertamina Hulu Mahaman (PHM) – Ida Yusmiati pada tgl 29/12/2015 disaksikan Menteri ESDM
KALENDER
TAMU